BLOG

NEW NORMAL PADA BISNIS : PENTINGNYA PERANAN ANALISA DATA DI PERUSAHAAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi ini, hingga 14 Juni 2020, di Indonesia sudah ada kasus positif sebanyak 38.277 dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 14.531 dan kasus meninggal 2.134. COVID-19 memaksa masyarakat Indonesia melakukan serangkaian penyesuaian dalam hidup mereka. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus ini, di antaranya adalah yang dilakukan oleh mayoritas perusahaan yaitu split operation atau work from home. Paques juga merupakan salah satu bisnis yang ikut mendukung program untuk melawan pandemi COVID-19 ini dengan melakukan Work from Home (WFH) semenjak PSBB diberlakukan. Kampanye #staypositive juga terus digalakkan di berbagai saluran komunikasi yang dimiliki seperti Paques Instagram, LinkedIn, ataupun Twitter. Selain itu, Paques telah melakukan rapid test pada seluruh karyawannya untuk menyongsong era New Normal ini.

Setelah melakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan lamanya, pemerintah Indonesia mulai menggaungkan apa yang disebut dengan ‘New Normal’. Menurut Juru Bicara Penanganan COVID-19, New Normal di Indonesia berarti jaga produktivitas dengan terus melakukan tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Panduan New Normal ini ditujukan untuk memberikan acuan pengelola tempat kerja di instansi pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota saat dan setelah PSBB berakhir.

Peranan Analisa Data bagi Perusahaan pada Era New Normal

Analitik dapat memberi perusahaan sisi lain dalam memandang bisnisnya. Jika mereka membuat keputusan untuk melakukan PHK terhadap karyawan, data analitik membantu memutuskan kapan dan apakah mereka harus kembali merekrut SDM. Jika perusahaan memberhentikan suatu operasi tertentu atau mengurangi output, data analitik membantu memutuskan bagaimana dan apakah perlu meningkatkan beban operasional mereka kembali.

Peran data analitik semakin terlihat di masa-masa PSBB/New Normal yang sedang dijalankan. Karena pemerintah masih menghimbau untuk menerapkan social distancing, termasuk di perkantoran, maka perusahaan pun belum diizinkan untuk memberlakukan work from office (WFO) secara sepenuhnya, sehingga diberlakukan sistem shift. Dalam hal ini, analisa data karyawan juga membantu perusahaan untuk memutuskan siapa yang harus bekerja dan seberapa sering masing-masing karyawan harus datang ke kantor dan siapa yang harus bekerja dari rumah.

Data merupakan sesuatu yang penting, dan sudah seharusnya segala keputusan bisnis harus berdasarkan data. Ketika dianalisa, semua orang di perusahaan dapat mengetahui apa yang data itu katakan. Berdasarkan data yang ada, seorang pengambil kebijakan dapat mengetahui kapan perusahaan harus menerapkan sistem kerja di kantor. Atau sebaliknya, data itu mungkin mengatakan bahwa perusahaan harus memperlambat kembalinya karyawan bekerja di kantor. Tetapi untuk membuat keputusan seperti itu tanpa data adalah sebuah hal yang kurang bijak.

Data merupakan alat yang mampu membantu perusahaan menahan krisis ekonomi jika dimanfaatkan dengan tepat. Data juga akan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu perusahaan terus bergerak maju seiring dengan diredakannya PSBB, sementara analitik data akan mendorong pengambil keputusan untuk mendapatkan kebijakan strategis yang terkait dengan kembalinya bekerja pada era New Normal.

Setiap perusahaan di segala lini bisnis sudah pasti akan terdampak oleh munculnya PSBB dan New Normal ini, sedikit atau banyak. Namun pada akhirnya, suksesnya sebuah bisnis dalam melewati fase New Normal terletak pada penyesuaian, ketangkasan, dan kesiapan untuk menghasilkan ide-ide bagus dari setiap lapisan dan divisi perusahaan. Penggunaan analisa data yang tepat dapat menjadi kunci bagi perusahaan pada era yang dinamis ini.